Senin, 14 Mei 2012

Seminar Nasional Konstruksi Indonesia I : "Membangun Struktur Industri Konstruksi Nasional Yang Kokoh Dan Menunjang Pemerataan Kesempatan Kerja Bagi Seluruh Pelaku Jasa Konstruksi"

Rabu kemarin ( 09/05/2012), Menteri Pekerjaan Umum Ir. Djoko Kirmanto, Dipl.HE dan didampingi oleh Pengurus LPJK Nasional serta Ketua Umum BPN Gapensi dengan resmi telah membuka Seminar Konstruksi Nasional Indonesia pertama tahun 2012 dengan tema "Membangun Struktur Industri Konstruksi Nasional Yang Kokoh Dan Menunjang Pemerataan Kesempatan Kerja Bagi Seluruh Pelaku Jasa Konstruksi".
Beberapa Pejabat Kementerian Pekerjaan Umum, LPJK Nasional dan Daerah,Gapensi Pusat dan Daerah serta Asosiasi Jasa Konstruski lainnya, Perguruan Tinggi terkait Jasa Konstruksi, Pakar Jasa Konstruksi dan Undangan Masyarakat Jasa Konstruksi telah hadir untuk berperan serta dan aktif dalam perkembangan kebijakan dan regulasi jasa konstruksi di Indonesia.
Pidato Menteri Pekerjaan Umum menyampaikan dalam pembukaan acara bahwa pasar jasa konstruksi di Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan yang dimulai dari peningkatan anggaran APBN 2012 75,146 T dari sebelumnya 62,56 T dan diperkirakan oleh ahli konstruksi luar negeri tahun 2013 indonesia memiliki prestasi yang cukup besar bahkan pada tahun 2013 dan 2014 akan memiliki puncak prestasi didunia jasa konstruksi.
Dan pada kesempatan tersebut Ir. Djoko Kirmato,Dipl.HE juga menyampaikan bahwa Industri konstruksi merupakan salah satu sektor ekonomi yang penting di Indonesia yang melibatkan lebih dari 160.000 penyedia jasa konstruksi. Oleh karenanya diharapkan para Penyedia Jasa Konstruksi selalu meningkatkan usahanya agar mampu bersaing dan semakin dapat diandalkan dalam mewujudkan hasil pekerjaan konstruksi yang berkualitas, ramah lingkungan, efisien, tepat waktu serta bermanfaat. Kementerian PU sudah berusaha di setiap tender siapapun yang menang wajib bekerja sama dengan pemborong nasional syaratnya harus lebih professional, tuturnya. Salah satu tantangan besar bagi industri konstruksi nasional adalah mengupayakan agar struktur industri nasional dapat mencapai postur yang sesuai dengan amanah Undang-undang No 18/1999 tentang Jasa Konstruksi, karena daya saing yang masih terbatas pada pengusaha jasa konstruksi kecil dalam menghadapi fluktuasi pasar konstruksi yang ada. Tantangan lain adalah dimana semua pelaku konstruksi memiliki kesempatan yang sama untuk mengakses pasar konstruksi, tetapi di lain pihak juga memiliki keberpihakan bagi golongan pengusaha yang kurang mampu secara finansial untuk dapat bersaing secara wajar di antara mereka yang memiliki kemampuan setara. Saat ini, 95 persen dari para penyedia jasa konstruksi merupakan pengusaha konstruksi kualifikasi kecil yang daya saingnya masih rendah, karena bagian terbesar dari pasar konstruksi nasional masih dinikmati oleh perusahaan jasa konstruksi skala besar. Data tersebut menunjukkan bahwa sebagian besar penyedia jasa konstruksi yang ada di Indonesia lebih memiliki bidang usaha konstruksi yang bersifat umum dan sangat sedikit yang menekuni spesialisasi tertentu, sehingga menyebabkan tingkat persaingan yang sangat tinggi di antara berbagai pelaku usaha. Ke depan, penyediaan jasa konstruksi besar dan kecil harus dipikirkan, apakah yang skala kecil digabung untuk menjadi besar atau dipertahankan, sehingga kita bisa siap bersaing dengan penyedia jasa konstruksi yang datang dari luar negeri. Atau bisa juga dispesialisasi meski kecil. Jangan sampai yang skala kecil malah lemah, harus fungsional. Saya harap hasil diskusi seminar nanti sudah bisa disampaikan kepada pemerintah, jelas Djoko. Melalui seminar ini dilakukan upaya dalam melakukan pembinaan penyedia jasa badan usaha. Kepala BP Konstruksi Kementerian PU Bambang Goeritno menjelaskan bahwa pihaknya telah melakukan upaya dengan membentuk LPJK tingkat provinsi. Dengan upaya konsolidasi dan proses pelelangan di seluruh Indonesia. Upaya lainnya adalah seminar hari ini untuk pembinaan jasa konstruksi sendiri dan menyusun strategi apa ke depan mana kala kita menghadapi tantangan atau peluang yang lebih besar, kata Bambang. Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Soeharsojo mengatakan Seminar ini bertujuan mengumpulkan segala macam keluhan dan kesulitan dari kontraktor besar dan kecil. Nanti ke depannya akan ada regulasi yang mengatur penyedia jasa konstruksi besar dan kecil, ada spesiasilisasi sesuai kompetensinya, namun harus tahu dulu dimana letak masalahnya. Seminar Nasional Konstruksi Indonesia I merupakan hasil kerjasama Badan Pembinaan Konstruksi (BP-Konstruksi) Kementerian PU, Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Nasional (LPJKN), dan GAPENSI ini turut dihadiri oleh Kepala BP Konstruksi, Inspektur Jenderal Kementerian PU dan Ketua LPJKD seluruh Indonesia.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar