Sabtu, 16 Juli 2011

Pameran dan Forum Diskusi tentang teknologi dibidang Air, Alat Pemadam dll, INDO WATER 2011 EXPO & FORUM


Kepala Badan (BPPSPAM) Rachmat Karnadi membuka Indo Water, Indo Waste, Indo Energy, Indo Security 2011 Expo & Forum, Kamis (14/7) di JCC, Jakarta. Forum tersebut menjadi wadah pertemuan, berdiskusi dan berbagi pengalaman antar pelaku pembangunan dari kalangan pemeirntah, investor, dunia usaha dan masyarakat.
Dalam sambutan yang disampaikan Rachmat Karnadi, Menteri PU Djoko Kirmanto mengatakan, peran dunia usaha dari berbagai bidang diharapkan dalam mendukung percepatan peningaktan pelayanan air, minum dan air limbah nasional. Yakni mulai dari layanan jasa sampai dengan industri manufaktur. Air menjadi isu dan masalah serius terutama di daerah perkotaan.
“Meningkatnya jumlah penduduk perkotaan menuntut penyediaan air yang kebih besar baik dari segi kualitas maupun kuantitas,” ujar Rachmat.
Pencapaian pelayanan air minum perpipaan di Indonesia hingga akhir 2009 baru mencapai 44%. Sedangkan di perdesaan hanya sekitar 11,5%. Penyediaan air limbah melalui sistem perpipaan di wilayah perkotaan mencapai 3%. Tantangan penyediaan air saat ini adalah kualitas dan kuantitas air baku semakin menurun akibat perubahan iklim, rusaknya daerah tangkapan air dan tingginya pencemaran dari limbah domestik maupun industri.
Kemitraan pemerintah dan masyarakat dengan dunia usaha di bidang air sudah berjalan cukup lama. Hasil karya pembangunan nasional di bidang air telah mendapat dukungan dari kontraktor, supplier dan industri manufaktur bidang air baik dalam dan luar negeri. Kerjasama dalam pengembangan air minum dan air limbah dapat lebih optimal jika menciptakan iklim kondusif. Serta kenyamanan investasi dan kompetensi yang sehat.
Menurut Rachmat, kerjasama bidang air minum telah diatur dalam Permen PU No.12/2010 tentang Pedoman Kerjasama Pengusahaan Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum. Sedangkan penciptaan iklim kompetisi yang sehat telah diatur dalam UU Jasa Konstruksi pada PP No.29/2000  mengenai Penyelenggaraan Jasa Konstruksi, mengatur penyelenggaraan jasa konstruksi agar dapat dilakukan secara efisien, efektif, terbuka dan bersaing, transparan, adil/tidak diskriminatif, dan akuntabel.
Terkait dengan pendanaan, besarnya dana yang diperlukan untuk pengembangan air minum dan air limbah tidak dapat dibiayai dengan mengandalkan kemampuan keuangan pemerintah maupun penyelenggara (PDAM/PDAL). Sehingga diperlukan sumber keuangan dari pihak lain seperti perbankan dan lembaga keuangan lainnya. Pelaku industri air minum dan air limbah, kontraktor air diharapkan dapat meningkatkan kapasitas dalam supply, pelaksanaan konstuksi termasuk melakukan terobosan membantu mekanisme pembiayaan konstruksi.
Dicontohkannya, pembangunan sarana air minum dibiayai pinjaman kontraktor kepada bank nasional. Kemudian PDAM mencicil kepada kontraktor dalam masa pembayaran yang disepakati. Untuk mendorong keterlibatan swasta dan menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif, pemerintah membentuk PT Sarana Multi Infrastruktur (PT SMI). Salah satu fungsi PT SMI adalah menyediakan alternatif sumber pembiayaan dalam pengembangan infrastukur melalui skema kerjasama pemerintah-swasta. Kemudian PT Penjamin Infrastruktur Indonesua (PT PII) sebagai lembaga penjamin resiko dalam pelaksanaan proyek kerjasama antara pemerintah dengan swasta yang dapat meningkatkan kepercayaan swasta serta kelayakan proyek kerjasama.
Acara Indo Water, Indo Waste, Indo Energy, Indo Security 2011 Expo & Forum berlangsung selama tiga hari dengan diikuti 400 peserta pameran dari 30 negara. Jumlah tersebut termasuk enam pavilion negara yakni Korea, Cina, Singapura, Taiwan, Eropa/Amerika dan Belanda.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar