Sabtu, 10 September 2011

Pemerintah Pesimistis Sektor Konstruksi

Pemerintah bersikap pesimistis atas pertumbuhan sektor konstruksi tahun depan yang diprediksi hanya tumbuh sebesar 0,2% dibandingkan tahun ini. Peningkatan itu diperkirakan dari sekitar pertumbuhan sebesar 6,3% tahun ini menjadi 6,5% tahun depan.

Padahal, tahun depan pemerintah tengah menggencarkan upaya percepatan pembangunan infrastruktur di tanah air, dengan beberapa kebijakan yang diterbitkan seperti misalnya program pembangunan enam koridor eknomi, dan juga program pelaksanaan MP3EI.

Prediksi tersebut terungkap dalam laporan prediksi keuangan selama 2012 yang disampaikan oleh Menteri Keuangan per 16 Agustus 2011.

Menanggapi hal tersebut, Ketua Asosiasi Konstruksi Indonesia (AKI) Sudarto mengatakan pesimistis pemerintah karena mereka umumnya hanya melihat pertumbuhan tersebut hanya dari sisi keuangan negara saja.

Padahal, katanya, selama ini kontribusi pertumbuhan konstruksi lebih banyak dipicu dan didominasi oleh sektor swasta. Karena itu, dia justru optimistis pertumbuhan sektor konstruksi tahun depan bisa naik sekitar 2% dibandingkan tahun ini.

Artinya, sektor konstruksinya setidaknya akan mencapai pertumbuhan sekitar 8% di 2012. "Hal tersebut bisa terealisasi jika kondisi politik bisa stabil, dan ekonomi secara global juga aman. Tapi saya optimis," ujarnya pada Bisnis hari ini.

Adapun bidang yang disinyalir akan meningkat pertumbuhannya yakni sektor konstruksi komersil seperti perumahan, apartemen, mal dan perkantoran, seperti yang umumnya tumbuh pada 2011. "Untuk wilayah pertumbuhan tetap di kota-kota besar seperti Jakarta, pekan Baru, Surabaya, dan saya kira juga ke Papua," ujarnya lagi.

Sementara itu, Kepala Badan Pembinaan Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Goeritno mengatakan tingkat pertumbuhan tersebut sudah cukup baik dibandingkan dengan pertumbuhan di negara berkembang lainnya.

Dia mengatakan prediksi itupun bisa saja meleset dalam pelaksanannya. Apalagi, katanya, pemerintah tengah berupaya menghapus kendala dalam pelaksanana pembangunan infrastruktur sehingga realisasi pertumbuhan konstruksi bisa tumbuh secara signifikan.

Beberapa pemicu percepatan pertumbuhan itu, menurut Bambang antara lain rencana disahkannya RUU pembebasan lahan, yang selama ini menjadi kendala utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur. "Saya rasa tingkat pertumbuhan konstruksi akan cukup besar, sehingga memicu meningkatnya pertumbuhan ekonomi itu sendiri nantinya," ujar Bambang hari ini.

Sementara itu, dari prediksi pertumbuhan sektor konstruksi yang mencapai 6,3% tahun ini, data Badan Pusat Statistik mencatat hingga triwulan II/2011 Sektor konstruksi mengalami pertumbuhan yang cukup tinggi yakni sebesar 4,2%. Kondisi tersebut meningkat signifikan dari pertumbuhan sektor tersebut pada kuartal I/2011 yang -3,6%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik yang secara year on year, jasa usaha konstruksi juga mengalami pertumbuhan sebesar 7,4%. Dengan realisasi pertumbuhan tersebut, setidaknya jasa konstruksi telah menyumbangkan kenaikan pada PDB nasional sebesar 6,4%nya.

Jika dihitung atas dasar harga berlaku, seperti dikutip BPS, nilai tambah bruto sektor konstruksi hingga kuartal ini telah mencapai Rp183,7 triliun, sementara berdasarkan perhitungan atas dasar harga konstan 2000 mencapai Rp39,4 triliun.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar