Selasa, 03 November 2015

Menteri Basuki : Masa Depan Pembangunan Perkotaan Ditangan Generasi Muda

Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Basuki Hadimuljono mengatakan bahwa masa depan pembangunan perkotaan ada ditangan generasi muda. Hal tersebut disampaikannya saat memberikan sambutan selamat datang kepada kurang lebih 300 peserta Asia Pacific Urban for Youth (APUFY) yang hadir pada acara jamuan makan malam bersama di Kantor Kementerian PUPR, Jakarta (17/10). Sebelumnya Menteri Basuki juga sempat menyalami para peserta sekaligus mengucapkan selamat datang kepada para peserta yang tidak hanya berasal dari Indonesia tetapi juga dari 34 negara di Asia Pasifik lainnya.   
Menteri Basuki sangat senang para pemuda dari berbagai negara berkumpul pada acara APUFY ini membicarakan mengenai pembangunan perkotaan. “Salin mengenal, berdiskusi satu sama lain, setiap negara memiliki masalah perkotaan yang berbeda sehingga bisa berbagi pengalaman pengembangan perkotaan negaranya untuk ”kata Basuki. Pada pagi harinya dibagi menjadi dua kegiatan yakni diskusi diantaranya mengenai urbanisasi, daya dukung air dan sanitasi dan peningkatan kapasitas kaum muda perkotaan. Selain itu juga dilakukan kegiatan suara pemuda (voice of youth) yang salah satunya membahas mengenai peran sosial media dalam pembangunan perkotaan.          
Kegiatan APUFY diselenggarakan selama dua hari, 17-18 Oktober 2015 yang diikuti oleh 150 pemuda dari Indonesia dan 150 pemuda dari 34 negara di Asia Pasifik. “Batasannya 35 tahun kebawah yang berasal dari beragam latar organisasi seperti universitas, lembaga penelitian, dan asosiasi”jelas Dwityo A. Soeranto, Direktur Keterpaduan Infrastruktur Permukiman, Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).  
Menurut Dwityo, semula peserta yang mendaftar dari seluruh Indonesia, mencapai 900 orang, yang kemudian diseleksi oleh panitia menjadi 150 peserta. Proses seleksi dilakukan dengan mengetahui sejauh mana pengetahuan mereka tentang urban development, tantangan perkotaaan serta ide-ide perkotaan kedepan. Hasil dari kegiatan APUFY ini akan dibawa ke forum yang lebih besar yakni Asia Pacific Urban Forum 6 (APUF 6) yang merupakan forum stakeholder perkotaan yang lebih besar dan akan dilaksanakan selama dua hari, dimulai pada Senin (19/10).
“Teman-teman yang muda ini punya kreativitas, punya networking dengan teman-temannya, mereka memiliki ide-ide yang berbeda dengan satu dengan yang lainnya. Ide-ide itu akan dibawa oleh 50 orang sebagai perwakilan pemuda ke forum perkotaan yang lebih besar yakni APUF 6” terang Dwityo. Secara berjenjang, tambahnya hasil dari APUF 6 juga akan dibawa ke forum pertemuan tingkat menteri yakni Asia Pacific Regional Meeting pada 21-22 Oktober 2015 dilanjutkan dengan pertemuan PrepCom III di Surabaya pada Juli 2016 sebelum dibawa kepada Konferensi Habitat III yang akan menyepakati agenda baru perkotaan atau “New Urban Agenda” di Quito, Ekuador pada tahun yang sama.
Pertemuan Habitat III merupakan pertemuan 20 tahun sekali, sehingga pelibatan pemuda dalam penyusunan agenda baru perkotaan sangat penting karena mereka inilah yang akan membawa masa depan kotanya. “Jadi 20 tahun lagi bisa jadi mereka akan menjadi pimpinan kota-kota itu. Sekarang saja walikota-walikota kita muda-muda seperti Bima Arya, Ridwan Kamil.”tutup Dwityo. (gus)(Rw by Gie)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar