Selasa, 21 Februari 2012

GAPENSI Usulkan Kandungan Lokal 80 Persen

Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) meminta dukungan pemerintah untuk menetapkan pemakaian kandungan lokal pada seluruh proyek konstruksi seperti pelabuhan, jalan, terminal, dan gedung menjadi 80% dari saat ini yang mencapai 50 persen.

Ketua Gapensi Soeharsojo mengatakan semakin besar kandungan material lokal yang digunakan diharapkan dapat menekan harga hingga mencapai 10 persen.

Tentu saja, sambungnya, hal tersebut harus didukung dengan peningkatan ketersediaan bahan bangunan dari para pelaku industri yang bergerak di dalamnya guna menjamin ketersediaan kebutuhan bahan bangunan.

Pasalnya, dengan adanya jaminan produk lokal yang disediakan, kontraktor lebih mendapatkan kepastian.

"Ketersediaan dan pasokan kandungan lokal dapat menekan modal hingga 10 persen karena itu perlu adanya peningkatan menjadi 80 persen,apalagi kalau ada kerja sama antara kontraktor dengan pemasok bahan bangunan," ujarnya kepada Bisnis.

Selain dapat menghemat anggaran, melalui kerja sama antara kontraktor lokal dan pemasok bahan material untuk menggunakan kandungan lokal, mdal yang dikeluarkan bisa saja tidak perlu dibayar dimuka.

Dengan demikian modal yang awalnya hanya dapat mengerjakan satu proyek dapat dikembangkan untuk mengerjakan dua proyek. "Karena adanya pengaruh kecepatan dan kepastian material sehingga dapat mempercepat pelaksanaan konstruksi."

Oleh karena itulah, Harsojo menyambut gembira kebijakan yang disampaikan Menteri Perindustrian yang mendorong pemakaian kandungan lokal 40 persen pada proyek MRT.

Namun, sambungnya, Kementerian Perindustrian juga perlu mengembangkan agar peningkatan penggunaan bahan bangunan tidak hanya untuk proyek MRT yang mendapatkan bantuan dari asing tetapi juga untuk seluruh proyek konstruksi.

"Asosiasi senang kebijakan penggunaan bahan lokal, hanya saja untuk ketersediaan tersebut perlu  adanya campur tangan pemerintah dan tidak hanya untuk MRT tetapi juga untuk seluruh proyek konstruksi," ujarnya.

Harsojo berharap dengan adanya dukungan dari pemerintah untuk mendorong penggunaan material lokal dapat mendorong pemasok bahan bangunan untuk terus mempercepat dan memperbanyak ketersediaan bahan material tersebut.

"Sehingga dapat sejalan antara kebutuhan dan pasokan. Kalau tidak, kelangkaan bisa terjadi karena trendnya infrastruktur besar sekali."(bio/gie)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar