Senin, 06 Februari 2012

Semen dan Aspal Picu Kenaikan Harga


Minimnya produksi bahan konstruksi, seperti aspal dan semen memicu terjadinya kenaikan harga bahan tersebut selama Januari  sebesar 0,75%.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, kenaikan harga bahan konstruksi itu dari 201,96 pada Desember 2011 menjadi 203,48 per Januari 2012. Adapun kelompok yang mengalami kenaikan itu a.l semen sebesar 1,40%, logam 1,09%, aspal 1,02%, dan barang galian sebesar 0,98%.

Kenaikan itu dipicu oleh kenaikan bahan bangunan tempat tinggal dan nontempat tinggal sebesar 0,39%, bahan bangunan pertanian sebesar 0,08%,  kelompok bahan konstruksi  jalan, jembatan, pelabuhan %, kelompok bahan konstruksi air komunikasi dan listrik sebesar 0,03% dan kelompok bahan bangunan lain sebesar 0,02%.

Ketua Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI) Sudarto mengatakan kurangnya pasokan bahan konstruksi selama ini memang menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi kenaikan bahan-bahan konstruksi. Pasalnya, harga menjadi melambung tinggi karena permintaan besar sedangkan suplai kurang. Akibatnya, spekulasi harga barang-barang sangat besar terjadi.

Di AKI saja, katanya, kebutuhan akan bahan konstruksi terbesar yakni aspal dan semen yakni masing-masing sekitar 800.000 ton aspal dan 10 juta ton semen, dan 2 juta ton baja. Produksi ketiga bahan tersebut diperkirakan di bawah kebutuhan kontraktor.

“Untuk mengantisipasi kondisi itu, pemerintah perlu mengantisipasi distribusi bahan konstruksi agar tidak terganggu, karena dampaknya bukan hanya pada kenaikan harga saja tapi juga pada terkendalanya proses pembangunan,” ujarnya Jumat 3 Februari 2012.

Antisipasi suplai barang konstruksi tersebut, menurut Sudarto, terutama perlu dipantau pada akhir tahun menjelang tutup tahun anggaran. Pada umumnya, pada saat itu bahan baku konstruksi seringkali hilang dari pasaran, padahal kebutuhan suplai sedang memuncak.

Akibat dari kenaikan harga bahan baku konstruksi itu, dia mengatakan kontraktor harus siap menanggung kerugian dalam penggarapan proyek single year.

Kepala Badan Pembina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum Bambang Goeritno mengungkapkan tahun ini kebutuhan bahan baku barang konstruksi mencapai 48,4 juta ton untuk semen, baja 13,3 juta ton baja, dan aspal sebesar 1,6 juta ton.

Sedangkan suplainya diperkirakan juga akan ikut naik, yakni sebesar 60,57  juta ton semen, 18,9 juta ton baja, sedangkan aspal hanya mencapai 930.000 ton.

Sementara itu, kebutuhan pemakaian bahan baku konstruksi di Kementerian PU selama 2012 mencapai 5,85 juta ton untuk semen, 2,47 juta ton baja, dan 990.000 ton aspal.

Permintaan terbanyak ada di Ditjen Bina Marga yakni sebanyak 3,31 juta ton untuk semen, 2,23 juta ton baja, dan 990.000 ton aspal.(bio/gie)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar