Rabu, 25 Mei 2011

Komitmen Manajemen

Maksud sistem manajemen mutu diterapkan untuk mencapai efektifitas pekerjaan dan menghasilkan produk yang bermutu serta mampu memberikan kepuasan pelanggan. Setiap pelaku kegiatan selalu mengharapkan produk hasil kerjanya diterima oleh pelanggan dan memperoleh manfaat (benefit) yang layak dari produk hasil kerja tersebut.
Bagi instansi pengguna jasa, produk-produk yang dihasilkan dapat berupa kebijakan-kebijakan yang mengatur proses kegiatan pengguna jasa, disamping produk-produk pelayanan publik dan infrastruktur yang diperlukan oleh masyarakat sebagai pengguna akhir dari jasa tersebut
Persaingan dunia usaha yang semakin ketat, sehingga untuk menghasilkan produk bermutu sangatlah sulit, apalagi mencapai efektiftas pekerjaan yang bermutu. Kegagalan menyajikan produk yang bermutu akan menimbulkan kerugian yang besar dan dapat menurunkan tingkat kepercayaan masyarakat sebagai pelanggan.
Komitmen mencapai mutu produk yang diharapkan oleh pelanggan sangat penting dilaksanakan oleh para pelaku kegiatan dalam organisasi pengguna jasa dan penyedia jasa. Semakin bulat dan kuat komitmen ditunjukkan oleh pimpinan semakin nampak kemajuan pencapaian tujuannya. Komitmen harus dijalankan bersama-sama oleh semua personil yang terlibat dalam organisasi tersebut dan tidak bisa hanya seorang diri saja, misalnya hanya oleh Pimpinannya sendiri saja. Pimpinan termasuk semua jajaran staf hingga para supervisi, pelaksana dan operator di lapangan harus selalu kompak mendukung komitmen manajemen di organisasi tersebut. Dan apabila terjadi komitmen yang tidak bulat, menjadikan kondisi organisasi akan nampak simpang-siur dan membuahkan produk-produk yang dapat mengecewakan semua pihak terkait.
Komitmen dalam organisasi, baik pengguna jasa maupun penyedia jasa harus dibangun, dijaga dan dipelihara agar tetap konsisten dan berkelanjutan. Dan yang lebih penting, komitmen tersebut harus selalu dikomunikasikan kepada semua jajaran personil, agar mereka memahami dan mampu menjalankan komitmen secara konsisten selama melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya demi kemapanan dan kepercayaan organisasi dalam menjalankan kegiatannya secara sehat dan berwibawa.
Demikian halnya  keinginan menerapkan sistem manajemen mutu harus didasari dengan komitmen manajemen yang harus dilaksanakan secara bersama oleh semua personil di organisasi pengguna jasa dan penyedia jasa dan ketauladanan pimpinan sangat diperlukan untuk mempertahankan komitmen tersebut. Sistem manajemen mutu tanpa komitmen akan menjadi beban pekerjaan yang menjadi sia-sia dan memberatkan saja. Semua personil harus merasa, bahwa penerapan sistem manajemen mutu adalah perlu dan akan memberi manfaat yang besar bagi efektifitas tugas pokok dan fungsi kegiatan di organisasi, mampu memuaskan pelanggan dan kesejahteraan semua personil apabila komitmen semua pihak dijalankan secara benar dan konsisten.
Dengan system manajemen mutu semua pekerjaan harus ditata dan diatur dalam suatu rangkaian proses kerja yang baku, tetapi tetap fleksibel menyesuaikan kondisi dalam organisasi tersebut. Setiap tahapan prosesnya harus diidentifikasikan metoda kerja dan bentuk pengendaliannya, serta dipastikan telah memenuhi semua persyaratan, yaitu sudah memenuhi spesifikasi teknis, peraturan perundangan dan persyaratan lainnya.
Selanjutnya proses-proses yang sudah ditetapkan tersebut harus dilaksanakan oleh personil-personil yang sudah terseleksi memliki kompetensi cukup untuk melaksanakan proses tersebut. Mereka harus mampu bekerja secara mumpuni pada masing-masing proses kerja yang menjadi tanggung jawabnya, karena dalam rangkaian proses kerja tersebut mereka harus bekerja sesuai perannya masing-masing dan tidak boleh melakukan kesalahan dalam pekerjaannya, yang dapat menjadikan tertundanya proses selanjutnya, yang pada akhirnya membuat produk tidak dapat memenuhi persyaratan mutu. Sehingga  efektifitas Biaya, Mutu dan Waktu (BMW) harus tetap dicapai.
Di dalam organisasi pengguna jasa dan penyedia jasa, semua personilnya sejak dari Pimpinan puncak hingga staf dan pekerja yang terbawah harus memahami komitmen manajemen yang telah dijadikan sebagai Kebijakan Pimpinan dan komitmen tersebut harus dipahami, dijalankan dan selalu dikendalikan, untuk mencapai efektifitas kegiatan pada organisasi tersebut. Komitmen yang tidak dijalankan oleh seorang personil saja dapat berakibat kerugian yang besar, terutama menyangkut kepercayaan dan kepuasan pelanggan, termasuk semua pihak yang berkepetingan (stakeholder) pada organisasi tersebut. Para Pejabat yang menjadi Pimpinan harus dapat menunjukkan komitmen manajemen dengan ketauladanannya kepada semua personil dibawahnya. Ketauladanan Pimpinan tersebut adalah sangat penting! Selamat bekerja dan semoga sukses.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar