Senin, 23 Mei 2011

KONSTRUKSI BERKELANJUTAN PERLU PERHATIKAN ASPEK LINGKUNGAN


Pembangunan berkelanjutan yang telah menjadi wacana global dalam beberapa dekade terbaru ini menuntut para pelaksananya lebih ramah lingkungan. Tidak terkecuali di sektor konstruksi, segala aspek memerlukan pendekatan yang lebih ramah lingkungan baik dari sisi teknologi,  teknis pelaksanaan, produk, dan proses akhirnya. Hal inilah yang menjadi landasan dilaksanakannya pembangunan sektor konstruksi berkelanjutan.
“Sudah saatnya bagi negara kita untuk serius melaksanakan pembangunan konstruksi yang berkelanjutan,” ujar Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pekerjaan Umum (PU) Agoes Widjanarko yang mewakili Menteri PU saat membuka Konferensi ConBuild 2011, Kamis (14/04) di Jakarta. Konstruksi berkelanjutan, menurut Agoes, adalah implementasi konsep green construction oleh para pelaku jasa konstruksi dalam rangka memenuhi tantangan pembangunan yang berkelanjutan.
Meski demikian, tidak mudah untuk mewujudkan kontruksi berkelanjutan apabila berhadapan dengan isu-isu seperti kemiskinan, ledakan populasi, dan pengangguran. Isu-isu tersebut seringkali justru menjadi masalah utama kerusakan lingkungan itu sendiri, dan harus diakui pula masih menjadi masalah yang harus dihadapi di Indonesia.
Bahkan dalam tataran praktis, negara berkembang cenderung lebih lambat mengadopsi pembangunan konstruksi berkelanjutan dibandingkan negara maju. Di Indonesia sendiri, konsep konstruksi berkelanjutan masih berada di level studi dan belum masuk ke tataran praktis. “Negara kita masih harus menyelesaikan agenda untuk menuntaskan angka kemiskinan dan tingkat pengangguran,” ungkap Sekjen PU. Meski demikian, menurutnya, tidak ada salahnya untuk belajar bagaimana implementasi konstruksi berkelanjutan dari negara yang telah maju.
Konferensi ConBuild 2011 mengambil tema “Featuring a Conference on Revitalization & Integration Accelerating Sustainable Economic Development in Indonesia” yang dilaksanakan pada Kamis (14/4)hingga Jumat (15/4) bertempat di Expo Kemayoran. Konferensi ini menampilkan pembicara yang kompeten di bidangnya, antara lain pada hari ini : Kepala BP Konstruksi Kementerian PU menampilkan tema “Peran Konstruksi di Indonesia”, Dirjen Bina Marga Kementerian PU menampilkan tema “Building and Integrating the Nation Roads Network”, Dirjen Cipta Karya Kementerian PU menampilkan tema “National Roadmap of Built Environment and Water System”, Kepala Pusat Sumber Daya Investasi BP Konstruksi menampilkan tema “National Construction Investment Policy Network”, dan pembicara lainnya.
Sedangkan pada Jumat (15/4) akan disajikan Presentasi Proyek Jalan Tol oleh Kepala BPJT Kementerian PU, dan presentasi Proyek Air Minum oleh Kepala BPPSPAM Kementerian PU.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar