Senin, 15 Agustus 2011

Anggarkan Rp 80 M, PT Semen Gresik (Persero) Tbk. Bangun Gedung 7 Lantai



Anggarkan  Rp 80 M, PT SG Bangun Gedung 7 Lantai
Dirut PT SG Dwi Soetjipto tengah melakukan peletakan batu pertama pembangunan gedung operasional PT SG di Tuban

PT Semen Gresik (Persero) Tbk membangun gedung operasional tujuh lantai. Pembangunan gedung yang dihajatkan untuk perkantoran dan aktivitas pabrik lainnyan itui berada di komplek pabrik PT SG di Desa Sumberarum,  Kecamatan Kerek dengan luas 8.035 m2. Masing-masing laintai dengan ukuran 30 m x 40. Total biaya pembangunan gedung itu mencapati Rp 80 miliar.
“Dengan gedung baru nantinya akan lebih menghemat biaya produksi. Gedung baru itu nantinya akan menjadi pusat  operasional perusahaan. Sehingga,  sejumlah pekerjaan yang sekarang dikerjakan di kantor Pusat Gresik nantinya akan diboyong ke Tuban , “ terang Direktur Utama PT SG Ir Dwi Soetjipto usai peletakan batu pertama pembangunan gedung tersebut, Senin (8/8).
Pembangunan gedung utama beserta gedung penunjang lainnya itu, peletakan batu pertamanya sengaja dilakukan tepat pada puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) perusahaan semen milik negara itu.  “Pada HUT ke 54 ini kita mulai bangun, kita berharap pada puncak peringatan ke 55 kita mulai resmikan penggunaannya,” imbuh Dwi.
Menurut Kepala Departemen Umum Arli Wiyata, gedung dengan tujuh lantai itu berdiri di atas tanah seluas 3.800 m2 dan direncanakan selesai dalam jangka waktu satu tahun. Pembangunan gedung itu menggunakan konsep arsitektur modern yang bercirikan industri semen. Kantor operasional baru itu nantinya mirip seperti silo-silo semen yang menyimbulkan kekohan Semen Gresik yang kokoh tak tertandingi.
“Gedung baru ini berkapasitas 370 orang dengan fasilitas, ruang kantor, rapat, diklat dan kantor PKBL,” imbuh Arli.
Ditambahkan,  gedung baru itu juga dilengkapi hall berkapasitas 800 orang. Selain itu juga dilengkapi mushola, tempat parkir dan kantin.  “Dibanding gedung utama di Gresik, Insya Allah di Tuban ini lebih megah dan lebih baik,” tuturnya.
 Pembangunan gedung itu, tambah Dwi, selain untuk mempermudah pekerjaan juga dihajatkan untuk menghadapi persaingan semen mendatang. Selain pabrik Semen Holcim yang segera beroperasi di Tuban, dikabarkan pabrik semen dari Thailand dan China juga segera masuk, sehingga persaingan semen akan semakin ketat.
“Kalau kita bisa melakukan efisiensi, Insya Allah Semen Gresik akan tetap menjadi semen nomor satu di Asia. PT SG ini kan milik sendiri sehingga jika membeli semen PT SG keuntungannya akan kembali ke masyarakat. Itu berbeda jika membeli produk asing, keuntungannya pasti akan lari ke luar negeri,” ujar Dwi yang disambut aplos panjang dari undangan acara tersebut. (ros/*)/ (Gie)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar