Kamis, 18 Agustus 2011

PEMBANGUNAN INFRASTRUKTUR PU PERKOKOH PERSATUAN BANGSA



Pembangunan infrastruktur yang dilakukan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) tidak hanya mengarahkan pembangunan nasional untuk tujuan meningkatkan kesejahteraan sosial dan ekonomi semata, tetapi juga upaya untuk memperkokoh kesatuan wilayah dan persatuan bangsa Indonesia. Penyelenggaraan program-program pembangunan di Kementerian PU juga selalu memperhatikan aspek cara pandang wawasan nusantara dengan melihat Indonesia sebagai suatu kesatuan wilayah yang tidak dipisahkan oleh laut, sungai, atau batas-batas alam lainnya.
Demikian ditegaskan Menteri PU Djoko Kirmanto dalam amanatnya saat menjadi inspektur dalam Upacara Bendera Memperingati HUT RI ke-66, hari ini (17/8) di Kantor Kementerian PU, Jakarta. Tema Nasional Peringatan Hari Kemerdekaan RI tahun ini adalah “Dengan Semangat Proklamasi 17 Agustus 1945, Kita Tingkatkan Kesadaran Hidup dalam ke-Bhinneka-an untuk Kokohkan Persatuan NKRI, Kita Sukseskan Kepemimpinan Indonesia dalam Forum ASEAN untuk Kokohkan Solidaritas ASEAN”.
Djoko mengatakan, dasar pemikiran pembangunan yang mengutamakan persatuan bangsa harus mulai tertanam dalam keterpaduan perencanaan, mulai dari penyusunan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Nasional, Pulau, hingga Kawasan Strategis Nasional (KSN), yang di dalamnya termasuk penataan ruang pada kawasan-kawasan perbatasan.
“Demikian pula halnya dengan pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman yang harus memberikan prioritas terhadap kebijakan domestic connectivity, baik yang menghubungkan kawasan pertumbuhan di dalam 6 koridor ekonomi, maupun keterkaitannya dengan daerah-daerah hinterland untuk menciptakan pemerataan pembangunan,” tegasnya.
Menteri PU mengatakan, sudah cukup banyak kegiatan bidang PU dan Permukiman yang signifikan guna mendukung terciptanya kesatuan wilayah Indonesia, seperti pengamanan pantai dan reklamasi Pulau Nipah, pembangunan jalan-jalan lintas, pembangunan jalan strategis di Papua dan Papua Barat, pembangunan jembatan antarpulau di Batam Kepulauan Riau, pembangunan Jembatan Suramadu, maupun rencana pembangunan Jembatan Selat Sunda. Selain itu, dilakukan pula pembangunan jaringan air baku/air bersih serta berbagai pembangunan jaringan daerah irigasi yang berskala nasional.
“Selain memandang Indonesia sebagai suatu kesatuan wilayah, pembangunan infrastruktur PU dan Permukiman harus pula berperan dalam menumbuhkan rasa persatuan bagi seluruh bangsa Indonesia. Rasa persatuan akan semakin kuat apabila semua masyarakat dapat tersentuh oleh pembangunan, terutama masyarakat miskin dan berpenghasilan rendah, maupun yang tinggal di daerah terpencil/terisolir,” kata Djoko.
Oleh karena itu, berbagai kegiatan pembangunan permukiman telah dilaksanakan Kementerian PU untuk menyediakan air bersih, sanitasi, dan prasarana permukiman lainnya melalui program-program pemberdayaan masyarakat, termasuk juga kegiatan tanggap darurat bencana alam di beberapa daerah, seperti Merapi, Wasior, dan Mentawai. Respon yang cepat dalam membantu masyarakat yang terkena bencana tidak hanya  menandakan kehadiran pemerintah, tetapi juga menimbulkan rasa kebersamaan dan empati sebagai satu bangsa.
“Ke depan, pemerintah akan lebih meningkatkan dan memperluas lagi program-program pro rakyat yang dinamakan sebagai Program Klaster 4, mencakup penyediaan air bersih dan rumah murah untuk rakyat, perbaikan kehidupan nelayan, dan penyediaan prasarana bagi masyarakat pinggir perkotaan,” ujar Menteri PU.
Dalam sambutannya, Djoko juga menyinggung masalah kepemimpinan Indonesia di level ASEAN. Menurutnya, kepemimpinan Indonesia merupakan momentum strategis untuk memperkokoh posisi ASEAN di dunia internasional, sekaligus membangun kesatuan dan karakter bangsa Indonesia. Untuk mendukung komunitas ASEAN, sejauh ini Kementerian PU sudah berperan aktif dalam Coordinating Committee yang bertugas menyusun modalitas untuk mengelola negosiasi liberalisasi jasa dalam kerangka ASEAN Free Trade Area on Services.
Sementara itu, dalam konteks ASEAN Connectivity, peran Kementerian PU terkait erat dengan sistem jaringan jalan Trans ASEAN Highway dan Trans ASIA sepanjang 11.185 km dalam mendukung sistem konektivitas pada simpul-simpul transportasi, seperti antara Dumai-Malaka, Belawan-Penang, Merak-Bakauheni, Kuching-Pontianak, Surabaya-Makassar, dan Bitung-Davao.
“Kementerian PU juga berperan aktif mempersiapkan RTR KSN Jantung Kalimantan atau Heart of Borneobersama dengan Brunei dan Malaysia, serta membantu peningkatan capacity building dalam bidang perumahan (low cost housing) dan manajemen bencana,” kata Djoko.
Dalam upacara tersebut, dilakukan pula penyerahan Penghargaan Presiden untuk 514 pegawai yang disematkan secara simbolis oleh Menteri PU kepada 82 orang perwakilan. Untuk penghargaan Satyalancana Pembangunan, diberikan kepada 13 pegawai, antara lain Direktur Bina Program dan Kemitraan Ditjen Penataan Ruang Rido Matari Ichwan, MCP dan Kasubdit Wilayah II Direktorat Pengembangan Air Minum Ditjen Cipta Karya Ir. Ngatiman Sardjiono, MM.
Sementara itu, Satyalancana Wira Karya diberikan kepada 8 pegawai, antara lain Dirut PT. Wiratman Associated Prof. Dr. Ir. Wiratman Wangsadinata dan Kasubdit Program dan Anggaran Direktorat Bina Program Ditjen Bina Marga Ir. Soebagiono, MSc.Eng. Untuk penghargaan Satyalancana Karya Satya (10, 20, dan 30 tahun), diberikan kepada total 493 pegawai, di antaranya Sekretaris Jenderal Kementerian PU Ir. Agoes Widjanarko, MIP dan Auditor Ahli Muda Inspektorat Jenderal Anie Tristiartini, S.Sos, MM.
Dalam kesempatan tersebut, Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kementerian PU memberikan pula sumbangan santunan beasiswa pendidikan bagi pelajar yang merupakan anak pegawai Kementerian PU. (ifn)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar