Senin, 01 Agustus 2011

Harga Bahan Konstruksi Bakal Naik

Pelaku usaha jasa konstruksi mulai khawatir dengan tanda-tanda kenaikan harga bahan konstruksi yang diduga akibat kelangkaan bahan material di pasaran.
Ketua Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (Gapensi) Soeharsojo mengatakan kelangkaan tersebut ditengarai terkait proses pengerjaan konstruksi yang akan terus berjalan pada lima bulan ke depan.

Menurut dia, mengingat 80% proyek telah terkontrak yang berlanjut dengan pengerjaan fisik sehingga kebutuhan bahan kontruksi menjadi sangat penting. "Saat ini masih agak stabil, tapi tanda-tandanya [kelangkaannya] sudah terlihat. Di bulan Agustus kelangkaan akan terus berlanjut karena semua kontraktor mengejar prestasi fisik, dan pasti harga juga akan naik di mana demand dan supply menjadi tidak seimbang," katanya kepada Bisnis, hari ini.

Bila dibandingkan tahun lalu, menurutnya, kenaikan harga bahan material untuk tahun ini memang terbilang lebih rendah. Sebab pada tahun lalu kenaikan harga minyak dan ketidakstabilan rupiah sangat memengaruhi fluktuatif harga material konstruksi sementara saat ini rupiah dan harga minyak dunia cenderung lebih stabil.

Permintaan yang terus bertambah selama lima bulan kedepan ini akan menjadi peluang bagi pelaku bahan material. Sayangnya, sambung Soeharsojo, banyaknya pasokan bahan material dari China yang kualitas dan mutunya lebih varian dengan harga murah dapat mengancam persaingan pengusaha bahan konstruksi di Indonesia.

Oleh karena itulah, dibutuhkan adanya antisipasi dari pemerintah dengan membentuk regulasi yang lebih ketat untuk melindungi para pelaku nasional dari persaingan bahan bangunan dari China.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar