Rabu, 15 Juni 2011

PT Semen Gresik Adakan Pelatihan IT Bagi Ribuan Siswa dan Guru


PEDULI PENDIDIKAN. Beberapa siswa tampak asyik menikmati pelatihan IT yang diselenggarakan oleh PT Semen Gresik
Komitmen PT Semen Gresik (Persero) Tbk dalam dunia pendidikan tak diragukan lagi. Selain memberikan bea siswa, pabrik semen di Tuban ini juga berupaya keras agar para siswa maupun guru di sekitar pabrik tidak ketinggalan dalam soal teknologi informasi, salah satu upaya yang dilakukan, yakni, memberikan pelatihan informasi berbasis teknologi.
Bagi siswa maupun guru di perkotaan komputer dan internet merupakan ‘makanan’ sehari-hari. Selain di sekolah, para siswa di perkotaan dengan mudah memanfaatkan komputer dan internet di warnet yang mudah didapat. Namun, bagi siswa dan guru di wilayah pinggiran pedesaan, teknologi itu menjadi barang langka. Bahkan, mereka baru melihat dan menggunakan komputer serta internet saat mengikuti pelatihan Information Communication Technology (ICT) yang dihelat PT Semen Gresik.
Pelatihan ICT yang dilakan PT SG bagi siswa sudah angkatan ke 9. Masing-masing angkatan diikuti 2.500 siswa. Sementara untuk pelatihan yang sama bagi guru baru angkatan pertama dengan jumlah peserta 2.500 orang.  Pelatihan ICT ini menurut Kepala Departemen Pengelolaan Sosial dan Lingkungan Korporasi PT SG Faf Adi Syamsul, sepanjang masih diperlukan pelatihan ICT ini akan terus dilakukan. Sehingga, tidak ada target yang ditentukan. “Kalau masih dibutuhkan tetap akan kami lakukan,” ungkap Faf Adi Syamsul didampingi Kasi Bina Lingkungan PT SG Wahyu Darmawan.
Pelatihan ICT ini bagi siswa terdiri dari siswa SD, SLTP, SLTA dan Pondok Pesantren di sekitar pabrik. Mereka ini dididik agar mengenal teknologi informasi. Teknologi informasi sekarang ini menjadi kebutuhan pokok bagi dunia pendidikan, baik pendidikan formal maupun non formal seperti pondok pesantren. Diharapkan dengan program ini para siswa meski berada di pinggiran memahami dan dapat mengoperasionalkan komputer maupun internet. “Meski mereka di pedesaan tidak akan ketinggalan di bidang informasi dengan siswa yang ada di perkotaan,” papar Wahyu.
Program ini, lanjutnya, merupakan bagian dari program CSR pabrik. Dalam tahun ini program CSR difokuskan pada peningkatan pendidikan, lingkungan maupun bantuan bencana. Namun begitu, program-program lain, tetap tidak dikesampingkan. Program CSR akan terus ditingkatkan dan dikembangkan seiring dengan meningkatnya kinerja perusahaan.
Menurut Emy Alfiah salah satu instruktur pelatihan, untuk siswa SD dibekali kemampuan dasar program Power Point dan mampu mengoperasionalkan internet. Diharapkan setelah mengikuti pelatihan siswa dari jenjang SD ini mampu membuat slot presentasi dan kemampuan berinternet. “Ini kemampuan yang dimiliki pasca pelatihan,” jelas wanita yang biasa dipanggil Emy itu.
Diakui Emy, calon peserta, utamanya dari SD/MI banyak yang belum mengenal kompueter apalagi internet. Kedua teknologi itu masih merupakan barang langka bagi mereka. Karena pengetahuan mereka berbeda itu dalam pelatihan dibagi secara kelompok. “Bagi mereka yang sudah mengenal kompoter dan internet kita kelompokkan menjadi satu, begitu juga yang belum. Sehingga, instruktur tidak kesulitan dalam memberikan pelatihan,” ungkapnya.
Bahkan, bagi siswa SD/Mi sebelum masuk dalam ruangan pelatihan diberikan game untuk membangkitkan konsentrasi mereka. Diharapkan dengan adanya game ini para siswa lebih konsentrasi dalam menerima materi pelatihan. Setiap siswa pelatihan diberikan fasilitas satu komputer yang langsung online internetnya. “Jadi saat diberikan materi langsung praktik, sehingga hasilnya lebih bagus,” tuturnya.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar